Cari Paket Haji 2015 di Bekasi Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Cari Paket Haji 2015 di Bekasi Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA.
Anak-anak akan
melewati beberapa tahap perkembangan yang ikut memengaruhi perilaku mereka.
Saco-Indonesia.com - Anak-anak akan melewati
beberapa tahap perkembangan yang ikut memengaruhi perilaku mereka. Tak jarang perubahan perilaku
yang dialami anak dianggap sebagai sebuah fase yang akan berlalu dengan sendirinya.
Padahal, beberapa perubahan perilaku itu bisa menjadi gejala dari adanya gangguan mental yang
dialami anak.
Para peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa
separuh dari kasus gangguan mental dimulai dari usia sangat muda, 14 tahun dan tigaperempatnya
terjadi sejak usia 24 tahun. Karena kemunculannya yang sangat dini itu, maka terapi dan
penanganannya harus dilakukan sejak awal pula.
Pusat pengendalian dan
pencegahan penyakit AS (CDC) menemukan bahwa satu dari lima anak di AS mengalami gangguan
mental. Gangguan pemusatan perhatian (ADHD), anak pemberontak (oppositional defiant
disorder/OOD), spektrum autisme, gangguan mood dan kecemasan, depresi, adalah jenis gangguan
mental yang paling banyak ditemui.
Orangtua berperan besar dalam mengurangi
keparahan gangguan tersebut dengan cara memberi perhatian pada perubahan perilaku anak. Orangtua
juga bisa menggunakan intuisi mereka jika merasa "ada sesuatu yang salah" dengan anak
mereka.
Berikut adalah 5 gejala yang perlu diwaspadai dari anak-anak dan
remaja Anda.
1. Perubahan mood yang berlangsung lama
Perubahan mood yang berlangsung lebih dari dua minggu adalah indikator kuat adanya
gangguan mental pada anak. Perubahan mood ini bisa bervariasi mulai dari hiperaktif sampai
terlalu melankolis tanpa alasan yang kuat.
Menurut The National Institute of
Mental Health, perilaku "sangat gembira" atau mania dan perasaan "down" atau
depresi bisa menjadi tanda adanya gejala gangguan bipolar. Tetapi, perilaku hiperaktif pada anak
yang tidak diikuti dengan gejala lesu setelahnya adalah karateristik normal pada anak.
2. Cemas dan takut berlebihan
Takut dan khawatir
adalah hal yang wajar dialami anak usia dini. Normal saja mereka merasa takut pada gelap,
membayangkan sosok monster, atau takut berpisah dengan orangtua. Untuk anak usia sekolah, cemas
sebelum tampil di sekolah atau takut tak diterima teman-temannya, adalah respon yang sehat.
Namun, berhati-hatilah jika rasa takut yang dialami anak sudah berlebihan
sehingga mengganggu aktivitas mereka. Mungkin sudah saatnya Anda melakukan intervensi.
3. Perubahan perilaku ekstrem
Mulai membangkang
juga adalah fase yang akan dilalui dalam tahap perkembangan emosional anak untuk menuju
kemandiriannya. Tetapi ada perilaku pembangkangan yang sangat ekstrem yang disebut dengan OOD.
Biasanya gangguan ini dimulai saat anak berusia 8 tahun atau sebelum masuk usia remaja. Salah
satu contoh perilaku tersebut adalah membeli beberapa games tanpa ada minat untuk memainkannya.
Gangguan mental yang erat kaitannya dengan perubahan perilaku adalah ADHD,
kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar.
4. Perubahan fisik, berat
badan naik atau turun drastis
Diperkirakan 80 persen orang yang
mengalami gangguan mental mengalami obesitas atau kegemukan. Perubahan fisik yang mendadak yang
tidak terkait dengan pubertas bisa menjadi indikator anak menderita gangguan. Demikian pula
halnya jika anak tampak tidak nafsu makan, bisa menjadi gejala depresi.
Perubahan fisik yang disebabkan oleh penggunaan alkohol atau obat terlarang juga merupakan
gejala depresi pada anak. Para pakar menyebutkan, risiko anak menderita depresi lebih besar jika
salah satu atau kedua orangtua juga menderita depresi.
5. Kurang
konsentrasi
Anak yang sangat sulit berkonsentrasi juga perlu
dicurigai mengalami gangguan mental. Tapi orangtua juga perlu membedakan anak yang memang ingin
menonton TV ketimbang mengerjakan PR, dengan anak yang tidak mampu fokus pada acara favoritnya
di TV.
Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada tugas sederhana adalah
gejala dari ADHD atau depresi. Kurang fokus juga bisa disebabkan karena pikiran mereka terpusat
pada rasa malu, bersalah, atau kematian. Kurang konsentrasi pada anak akan tampak nyata
pengaruhnya pada nilai akademik atau pergaulannya.
Ditemukan KPK 150 Aset Wawan yang Diduga Hasil Korupsi
Bekasi, Saco-Indonesia.com — Dari beberapa pelacakan aset yang dilakukan Komisi Pembe-rantasan Korupsi telah ditemukan sedikitnya 150 item aset milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.
Bekasi, Saco-Indonesia.com — Dari beberapa pelacakan aset yang dilakukan Komisi Pembe-rantasan Korupsi telah ditemukan sedikitnya 150 item aset milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi. Aset-aset tersebut berupa mobil, tanah, dan bangunan yang tersebar di sejumlah tempat.
KPK telah menetapkan Wawan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bahkan, Wawan tak hanya dikenai pasal-pasal dalam Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. KPK juga menjerat Wawan dengan UU TPPU tahun 2003 untuk mengantisipasi adanya aset-aset yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi sebelum tahun 2010.
”KPK menduga ada aset-aset TCW (Tubagus Chaeri Wardana) yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi sebelum tahun 2010,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di Jakarta, Rabu (15/1/2013).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas, dari hasil pelacakan aset oleh KPK ditemukan sedikitnya 150 item aset milik Wawan yang diduga hasil korupsi. KPK telah mengidentifikasi aset-aset tersebut, antara lain berupa mobil, tanah, dan bangunan yang tersebar di beberapa tempat.
30 perusahaan keluarga
Perolehan aset-aset tersebut diduga dari tindak pidana korupsi melalui sejumlah perusahaan yang terafiliasi ke Wawan dan kakaknya, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ada sekitar 30 perusahaan milik keluarga Wawan dan Atut yang menguasai tender-tender pengadaan di wilayah Banten. Perusahaan tersebut rata-rata ikut tender dengan nilai proyek di atas Rp 5 miliar. Semua aliran uang dari perusahaan itu mengalir ke keluarga Wawan dan Atut.
Johan saat dikonfirmasi ihwal aset-aset milik Wawan yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi mengatakan, ”Sekarang sedang dilakukan asset tracing (pelacakan aset). Sudah kami temukan. Diduga ada puluhan dalam bentuk tanah dan bangunan di beberapa tempat yang kami duga merupakan aset yang bersangkutan. Ini masih dalam tahap pelacakan.”
Johan belum dapat memastikan apakah aset-aset Wawan yang diduga diperoleh dari hasil korupsi tersebut telah disita KPK. Namun, dia memastikan, dalam perkara TPPU, KPK akan menyita aset-aset tersangka yang memang diduga berasal dari hasil korupsi.
”Kalau memang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi, akan disita. Apalagi sudah jadi prosedur di KPK, begitu seseorang ditetapkan menjadi tersangka, maka yang dilakukan penyidik adalah melacak aset-asetnya,” kata Johan.
Tersangka pencucian uang
Secara terpisah, pengacara Wawan, Pia Akbar Nasution, mengaku baru tahu kliennya ditetapkan sebagai tersangka TPPU oleh KPK dari media. Menurut Pia, dia hanya menangani kasus dugaan korupsi dalam penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi di mana Wawan juga menjadi tersangka.
”Kalau soal TPPU-nya Pak Wawan saya belum dapat informasi karena surat kuasa kami hanya di kasus suap MK. Belum ada informasi soal TPPU-nya,” kata Pia.
Menurut Pia, meski hampir setiap hari berkomunikasi dengan Wawan, kliennya tidak membicarakan ihwal status sebagai tersangka TPPU. Termasuk penetapan Wawan sebagai tersangka pengadaan alat kesehatan di Kota Tangerang Selatan.
Terkait kemungkinan Atut juga menjadi tersangka TPPU, Johan mengatakan sangat terbuka. ”Sepanjang ditemukan dua alat bukti yang cukup, yang dapat menyimpulkan dia terlibat, kemungkinan itu bisa saja. Namun, sampai hari ini (kemarin) belum ada tersangka baru dalam perkara TPPU ini,” katanya.
KPK sebelumnya kembali menetapkan Atut sebagai tersangka dugaan korupsi terkait penerimaan sesuatu selama dia menjabat sebagai Gubernur Banten. Atut bahkan diduga memeras bawahannya, kepala-kepala dinas di jajaran Pemerintah Provinsi Banten agar memberikan fee dari proyek yang dikerjakan dinas-dinas yang bersangkutan. Jika kepala-kepala dinas tidak menuruti permintaannya, Atut tidak segan mencopot mereka.
Sumber:kompas.com
Editor : Maulana Lee
Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson
Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.
Photo
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution
Chamblee, Ga.
William Pfaff, Critic of American Foreign Policy, Dies at 86
Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.