Biaya Ibadah Haji Jauari 2016 Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Biaya Ibadah Haji Jauari 2016 Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA. Biaya Ibadah Haji Jauari 2016

Saco-Indonesia.com - Siapa bilang produk tablet berbasis Windows 8 harus berukuran layar besar? Nyatanya, produsen komputer asal Taiwan, Acer, mampu menghasilkan produk dengan layar yang cukup mini, yaitu sekitar 8 inci.

Sekadar informasi, tablet Windows 8 yang beredar selama ini rata-rata berukuran 10,1 hingga 13,3 inci.

Pada ajang pameran komputer Computex 2013 yang sedang berlangung di Taipei, Taiwan, Acer memperkenalkan tablet terbarunya, Iconia W3. Ini merupakan perangkat berbasis Windows 8 full, bukan Windows RT, pertama di dunia yang berukuran layar 8 inci.

Produk ini terlihat cukup kecil. Ia memiliki ketebalan hanya 0,45 inci dan bobot sekitar 0,5 kg.

Meski memiliki ukuran yang kecil, perangkat tersebut sudah dilengkapi spesifikasi hardware yang cukup bertenaga untuk ukuran sebuah tablet. Iconia W3 dipersenjatai dengan prosesor Intel, Atom Z2760 Clover Trail. Sayangnya, tidak disebutkan berapa besar RAM yang dimilikinya.

Terdapat dua versi kapasitas media penyimpanan, yaitu 32 dan 64GB. Apabila tidak puas, pengguna masih bisa memperluasnya dengan menggunakan kartu microSD.

Tersedia pula secara opsional keyboard ukuran penuh, yang mampu menyulap perangkat ini berubah menjadi mini notebook.

Harga yang dibanderol oleh Acer untuk Iconia W3 adalah 379 dollar AS atau sekitar Rp3,6 juta. Sayangnya, Acer masih belum mau membeberkan, kapan produk ini hadir di pasaran.

Ajang Computex 2013 akan berjalan dari 4 hingga 8 Juni 2013. Namun, biasanya, memang banyak perusahaan yang sudah melakukan pengumuman sehari sebelum pameran benar-benar dimulai.

Di ajang ini diperkirakan akan ada banyak perusahaan yang memperkenalkan tablet Windows 8 berukuran mini, termasuk Microsoft yang kabarnya akan meluncurkan tablet Surface 7 inci.

Editor:Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com
Acer Kenalkan Sebuah Tablet Windows 8 Layar Kecil
Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

Review: Frontline Looks at Missteps During the Ebola Outbreak

Artikel lainnya »